Berita  

Perjalanan Panjang SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong, Berawal dari 64 Siswa hingga Berkembang Pesat dan Kini Jadi Sekolah Unggulan

Ketut Widura (Kiri)
banner 120x600
banner 468x60
Ketut Widura (Kiri)

Lensapapua Kabsor —  SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong memiliki perjalanan panjang dalam mengembangkan dunia pendidikan di Kabupaten Sorong.

 

banner 325x300

Sekolah yang kini telah berkembang menjadi salah satu satuan pendidikan yang cukup diperhitungkan tersebut, awalnya berdiri dengan segala keterbatasan dan hanya memiliki 64 orang siswa.

 

Dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-24 SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong, Kamis (10/9/2026), Kepala SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong, Ketut Widura, S.Pd., M.Pd., mengisahkan perjalanan awal berdirinya sekolah tersebut.

Dijelaskan, pada tahun 2002 SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong pertama kali dipimpin oleh Drs. Manuel Lawina sebagai kepala sekolah. Pada masa awal berdirinya, sekolah tersebut masih bernama SMA Negeri 1 Aimas.

“Pada awalnya, tahun 2002 dipimpin oleh Bapak Drs. Manuel Lawina sebagai kepala sekolah pertama. Saat itu sekolah ini masih bernama SMA Negeri 1 Aimas,” ujar Widura.

Menurutnya, pada masa awal tersebut SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong belum memiliki gedung sekolah sendiri. Kegiatan belajar mengajar masih menumpang di SMP Negeri 3 Aimas, yang saat ini telah berubah nama menjadi SMP Negeri 1 Aimas.

“Pada masa itu kita masih menumpang di SMP Negeri 3 Aimas, yang sekarang menjadi SMP Negeri 1 Aimas, dengan jumlah siswa sebanyak 64 orang,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, pada Oktober 2002 sekolah kemudian pindah ke lokasi yang saat ini menjadi tempat berdirinya SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong, yakni di Jalan Poros Aimas, yang sebelumnya merupakan lokasi SD Inpres 40.

Bangunan dan lokasi tersebut kemudian dialihkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong untuk digunakan sebagai sekolah menengah atas. Dari lokasi sederhana tersebut, SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong mulai membangun fondasi pendidikan dan mengembangkan berbagai program untuk peserta didiknya.

Perjalanan dari sekolah yang awalnya hanya memiliki 64 siswa hingga berkembang seperti sekarang bahkan menjadi sekolah unggulan. menjadi bukti panjangnya perjuangan para kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua serta seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi terhadap kemajuan sekolah.

Widura mengatakan, perkembangan SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong dari tahun ke tahun berlangsung sangat luar biasa. Berbagai perubahan dan kemajuan telah terjadi, baik dari sisi jumlah peserta didik, tenaga pendidik, sarana dan prasarana maupun prestasi yang berhasil diraih.

“Setelah itu, SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong mengalami perkembangan yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Menurut Widura, capaian yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari jasa dan kerja keras para pemimpin sebelumnya. Berbagai fondasi yang telah dibangun oleh kepala sekolah terdahulu kemudian dilanjutkan oleh generasi berikutnya hingga membawa SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong semakin maju.

Memasuki usia ke-24 tahun, perjalanan panjang tersebut menjadi refleksi sekaligus motivasi bagi seluruh keluarga besar SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Momentum HUT ke-24 juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperkuat semangat kolaborasi dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan dan prestasi di berbagai bidang.

Hal ini sejalan dengan tema HUT ke-24 SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong, “Tingkatkan Kinerja dan Kolaborasi untuk Mewujudkan Generasi Emas Tahun 2045.”

Dengan sejarah panjang yang dimulai dari 64 siswa, SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong kini terus menatap masa depan dengan semangat untuk melahirkan generasi emas yang mampu membawa nama baik sekolah, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, hingga tingkat nasional. Red

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90

Share with