Guntoro : Layanan JKN Jaminan Penting Dalam Pengobatan

Guntoro
Guntoro peserta BPJS

Lensapapua Kota Sorong –   Selama bertahun-tahun, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjadi bagian dari perjalanan Rudy Guntoro (61) dalam memperoleh perlindungan kesehatan. Pria berusia 61 tahun yang kini telah memasuki masa pensiun tersebut mengaku sudah terdaftar sejak era awal, sebelum layanan itu berkembang menjadi BPJS Kesehatan seperti yang dikenal saat ini.

 

Saat ini bapak Rudy tercatat sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan. Baginya, keikutsertaan dalam program JKN merupakan hal penting untuk membantu memenuhi kebutuhan kesehatan, terutama ketika seseorang harus menjalani pengobatan.

 

“Dari dulu saya sudah ikut, sejak namanya belum BPJS kesehatan seperti sekarang. Sekarang saya sudah pensiun dan masih menjadi peserta JKN. Menurut saya, program ini penting karena kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan layanan kesehatan. Dengan menjadi peserta, setidaknya kita memiliki jaminan ketika harus berobat,” ujar bapak Rudy pada Kamis (22/10/2026).

 

Selama menjadi peserta JKN, bapak Rudy juga menjalani pengobatan untuk sejumlah kondisi kesehatan. Ia menyebut memiliki riwayat penyakit jantung, gula darah, serta penyakit dalam. Untuk mendukung pengelolaan kondisi kesehatannya, bapak Rudy turut mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Sorong.

 

Menurutnya, menjaga kesehatan membutuhkan perhatian secara berkelanjutan, terlebih bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Karena itu, Ia menilai penting bagi peserta untuk tetap memperhatikan kondisi tubuh dan menjalani pengobatan sesuai kebutuhan.

 

“Saya memang punya beberapa masalah kesehatan, seperti jantung dan gula darah. Saya juga mengikuti Prolanis di Sorong. Bagi saya, kesehatan itu harus terus diperhatikan, apalagi kalau sudah memiliki penyakit yang membutuhkan penanganan berkelanjutan,” ungkapnya.

 

Bapak Rudy juga pernah merasakan manfaat kepesertaan JKN ketika anaknya mengalami demam berdarah. Ia menceritakan bahwa saat itu anaknya mengalami demam tinggi pada malam hari, sekitar pukul 22.00 WIT, sehingga dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD).

 

“Waktu itu anak saya demam berdarah dan panasnya tinggi sekali, sekitar jam sepuluh malam. Syukurlah, kami bisa membawanya ke IGD. Dalam situasi seperti itu, kita tentu berharap keluarga bisa segera mendapatkan pertolongan. Pengalaman itu membuat saya semakin memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan,” tuturnya.

 

Bagi bapak Rudy, pengalaman panjang menjadi peserta JKN mengingatkannya bahwa perlindungan kesehatan merupakan kebutuhan yang penting bagi dirinya dan keluarga. Ia berharap program ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan dukungan untuk mendapatkan layanan kesehatan. Red

Share with

Exit mobile version