Lensapapua, Biak – Langkah nyata peningkatan kualitas pendidikan, gizi, dan kesejahteraan anak di Kabupaten Biak Numfor mendapat apresiasi tinggi. Delegasi dari Kedutaan Besar Jepang, JICA, dan UNICEF Indonesia melakukan kunjungan pemantauan bersama selama dua hari, 17–18 September 2026, guna meninjau langsung pelaksanaan program yang didukung pemerintah Jepang tersebut.
Didampingi pemerintah daerah, tim meninjau sejumlah titik penting: fasilitas Cold storage di Fandoi, Kampung Modern Nelayan Kalamo Samber Binyeri, serta Dapur Pusat Sehat Wijaya (SPPG) di Distrik Samofa. Kunjungan juga dilakukan ke TK Hang Tuah dan SD YPK Sorido untuk melihat langsung proses belajar mengajar, edukasi gizi, dan penyediaan makanan di satuan pendidikan. Di samping itu, tim turut menyaksikan kampanye edukasi gizi masyarakat, termasuk lomba memasak berbahan pangan lokal yang melibatkan orang tua.
Kepala UNICEF Tanah Papua, Aminuddin Ramdan, menegaskan kunjungan ini memastikan anak-anak tumbuh sehat, aman, dan mendapat pembelajaran berkualitas.
“Peningkatan angka numerasi cukup signifikan, begitu juga literasi. Ini bukti kemampuan pedagogis guru terus membaik,” ucapnya.
Ia menekankan program menyasar sistem menyeluruh dari pemeriksaan kesehatan rutin di sekolah, edukasi gizi bagi anak dan orang tua, hingga penguatan pangan lokal berbasis blue ekonomi.
Penjabat Sekda Biak Numfor, Zakarias Mailoa, menyampaikan apreasisi karena di Biak Numfor tidak ada satu pun insiden dalam pelaksanaan MBG di Biak Numfor. Namun baru 14.000 siswa atau 37% dari total 38.000 siswa telah terjangkau. Surat permohonan kesiapan SPPG di daerah 3T seperti Padaido, Biak Utara, Biak Barat, Biak Timur, hingga Pulau Numfor telah dikirim ke Kepala Badan Gizi Nasional.
“Semoga segera ditindaklanjuti agar seluruh anak dari PAUD hingga SMA/SMK dan madrasah dapat merasakan manfaat yang sama,”pungkas Sekda Biak Numfor.
