JKN Mudahkan Ako Berobat, dari Puskesmas Doom hingga Poli Gigi RS Mutiara

Lensapapua, Rasa sakit gigi yang kembali muncul setelah berulang kali hilang membuat Ako Andika Lesbar (17) akhirnya memutuskan memeriksakan diri. Sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ia merasakan proses pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan ramah, mulai dari Puskesmas Doom hingga RS Mutiara di Kota Sorong.

Pada Jumat (11/9/2026), Ako menjalani pemeriksaan di Poli Gigi RS Mutiara setelah sebelumnya memperoleh rujukan dari Puskesmas Doom. Alur pelayanan yang dijalaninya dimulai dari mengambil antrean, menjalani pemeriksaan gigi, hingga mendapatkan surat rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.

“Awalnya saya ambil antrean di Puskesmas Doom, kemudian diperiksa gigi. Setelah diperiksa, saya diberikan surat rujukan untuk melanjutkan pemeriksaan ke rumah sakit karena kondisi gigi saya sudah terasa sakit karena sudah kena saraf dan perlu diperiksa lebih lanjut,” ujar Ako.

Keluhan tersebut sebenarnya telah dirasakan Ako sejak beberapa waktu sebelumnya. Rasa sakit sempat mereda, tetapi kemudian kembali muncul. Setelah mengalami sakit gigi selama kurang lebih satu minggu, ia memilih tidak lagi menahannya dan mendatangi Puskesmas Doom untuk mendapatkan pemeriksaan.

Di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut, Ako mengaku mendapatkan pelayanan yang membuatnya nyaman. Petugas dan dokter disebut memberikan pelayanan dengan baik, sementara obat antinyeri juga diberikan setelah pemeriksaan tanpa biaya.

“Pelayanannya ramah, baik, dan cepat. Setelah diperiksa, saya juga langsung diberikan obat antinyeri dan tidak diminta membayar,” ungkapnya.

Setelah memperoleh rujukan, Ako melanjutkan pemeriksaan ke Poli Gigi RS Mutiara. Ia kembali merasakan pengalaman pelayanan yang menurutnya mudah dan cepat, sehingga proses berobat yang harus dijalaninya terasa lebih ringan.

“Pelayanan di rumah sakit juga bagus dan ramah. Saya dilayani dengan cepat. Untuk pelayanan BPJS Kesehatan di RS Mutiara yang saya terima juga mudah dan cepat,” tuturnya.

Bagi Ako, pengalaman tersebut membuat keberadaan JKN terasa nyata ketika dirinya membutuhkan pelayanan kesehatan. Alur dari puskesmas hingga rumah sakit membantunya mendapatkan pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan setelah keluhan giginya tidak kunjung membaik.

Di usia yang masih muda, pengalaman Ako juga menjadi gambaran sederhana bagaimana akses pelayanan kesehatan dapat membantu seseorang mengambil langkah ketika gangguan kesehatan mulai menghambat aktivitas. Rasa sakit yang semula dianggap bisa hilang sendiri akhirnya diperiksakan ketika kembali muncul dan menetap.

“Terima kasih untuk RS Mutiara dan BPJS Kesehatan yang sudah memberikan pelayanan dengan mudah dan cepat,” tutup Ako. red

Share with

Exit mobile version