Lensapapua, Peresmian nasional 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 16 provinsi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) digelar secara serentak dengan pusat kegiatan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/10/2026). Jumlah unit pelayanan ini rencananya akan terus ditambah secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, hadir langsung memimpin upacara peresmian sekaligus menyampaikan arahan strategis bagi seluruh jajaran pengelola SPPG di tanah air.
“Kehadiran SPPG ini bukan sekadar membangun dapur, melainkan membangun harapan bagi anak-anak di daerah yang selama ini paling sulit dijangkau. Kami hadir untuk memastikan pemerataan gizi benar-benar terwujud,” ujar Sudaryono.
Arahan Tegas Kepala BGN
Dalam arahannya, Sudaryono menegaskan sejumlah hal mendasar yang harus segera dijalankan:
1. Bekerja sungguh-sungguh dan patuh SOP — Seluruh petugas wajib menjalankan tugas sesuai prosedur baku, tidak boleh main-main atau setengah hati.
2. Kepala SPPG harus turun langsung ke dapur — Pimpinan tidak boleh hanya memerintah dari ruangan; wajib memimpin di garis depan, bersama staf di area produksi dan pelayanan.
3. Siap diperiksa kapan saja — Seluruh operasional terbuka untuk pemeriksaan mendadak atau “disidak” guna menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat.
4. Wacana model penyajian prasmanan per kelas — Rencana perubahan tata penyajian makanan menjadi model prasmanan per kelompok ini masih dalam tahap pembahasan, menunggu arahan resmi Presiden serta penyusunan regulasi dan peraturan pendukung sebelum diterapkan secara menyeluruh.
5. Capaian saat ini: 57 juta porsi per hari — Angka ini merupakan kapasitas penyaluran yang telah berjalan saat ini. Jumlah porsi dipastikan akan terus meningkat seiring dengan semakin meratanya pembukaan dan pengaktifan SPPG ke seluruh pelosok Indonesia.
6. Penyempurnaan manajemen dan akuntabilitas — Seluruh jenjang organisasi wajib melakukan perbaikan tata kelola, keuangan, serta pertanggungjawaban agar program berjalan bersih, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Fokus Perluasan Bertahap
Ke-480 SPPG yang diresmikan hari ini menjangkau 16 provinsi di wilayah Timur dan daerah prioritas 3T. Sudaryono menegaskan bahwa pembukaan unit baru tidak dilakukan serentak di semua tempat, melainkan disesuaikan dengan kesiapan daerah dan kebutuhan data lapangan.
“Yang ada hari ini adalah langkah awal. Kami terus membuka diri untuk menambah jumlah SPPG di daerah yang belum terjangkau. Seiring waktu, kapasitas porsi harian yang kini 57 juta akan naik secara signifikan ketika jaringan SPPG sudah benar-benar merata di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Dengan pusat peresmian di Takalar, BGN menegaskan komitmen memberikan perhatian utama bagi wilayah yang selama ini tertinggal dalam akses pelayanan gizi, sebagai pondasi generasi masa depan yang sehat dan cerdas. red
